Rakor Dinas Kesehatan Oktober, persiapan menjelang 2026
Bulan Oktober di penghujung tahun 2025 menjadi momentum untuk persiapan Dinas Kesehatan Kota Samarinda dalam menghadapi tahun 2026. Banyak perubahan terutama yang berkaitan dengan anggaran perlu penyesuaian. Efisiensi yang akan dilakukan dipastikan tidak akan mengganggu kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Samarinda. Bidang kesehatan yang merupakan pelayanan publik dasar yaitu puskesmas dan rumah sakit disiapkanu untuk terus berkembang dan berinovasi memeberikan pelayanan terbaik. Di tahun 2026 direncanakan seluruh puskesmas di Kota Samarinda telah menjadi puskesmas BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Fleksibilitas yang dimiliki BLUD menjadi pendorong pelayanan tidak 100% bergantung dari dana APBD.
Pembahasan mengenai capaian dan kendala selama bulan Januari sampai Oktober 2025 antara seluruh bidang di Dinas Kesehatan. Pendekatan ILP (Integrasi Layanan Primer) dimana pelayanan puskesmas berdasarkan siklus hidup mulai diterapkan di seluruh puskesmas dengan pilot project utama di Puskesmas Air Putih. Dengan ILP, maka yang tadinya berupa pendekatan program menjadi pendekatan holistik, kebutuhan masing-masing individu sesuai siklus hidup. Kebutuhan pelayanan kesehatan akan berbeda antara ibu hamil dengan usia produktif, dengan lansia, anak balita, dan juga remaja. Pengaktifan kembali konsep pemantauan wilayah berbasis kelurahan dan puskesmas pembantu menjadi tantangan tersendiri dimana tidak semua kelurahan di Kota Samarinda memili puskesmas pembantu.
Akhir kata selama tahun 2025 Dinas Kesehatan Kota Samarinda menorehkan capaian yang baik dengan menjadi nominasi JFK Award, Generasi Maju Bebas Stunting Award, dan lain sebagainya.
Salam sehat
Komentar